Daftar Blog Inspirasi

Buku sekaligus Undangan karya kami

bahwa Dia adalah Cinta

Whiji Thukul,Tan Malaka,Marsina dan Munir

Mereka Tidak Mati:Kami Berlipat Ganda,Ide Kami Bergerilya

Laskar Buku

Berkhidmat untuk menyenangkan Hati Rasulullah SAW

Menyatu dengan Semesta

Dan Ketika Kerinduan Membawa Sepasang Kekasih Untuk Bersatu.

Membaca Bikin hIdup Lebih Bermakna

4500 Judul buku berbagai genre siap dibaca dan dipinjam gratis.

Minggu, 11 Desember 2011

"Pak Dosen" (Part 1)

http://ustadzmuslim.com
Waktu itu menunjukkan Pukul 18.30 ,waktu tersebut menunjukkan tinggal 30 menit lagi aku akan berada ditengah – tengah kerumunan mahasiswa yang akan setia mendengarkan aku berbincang – bincang.  Aku tak tahu pasti, apakah ia setia karena keterpaksaan (merupakan syarat untuk menndapatkan nilai sehinga menjadi sarjana) ataukah karena murni karena kesadaran keingintahuannya tentang keunikan dan pentingnya ilmu pengetahuan.

            Hari itu adalah hari pertama aku membawa materi dengan status dosen , makanya sebelum berhadapan langsung dengan mahasiswa harus mempersiapkan secara matang-matang apa yang hendak disampaikan. Pastinya psikologi deg-degan dan grogi akan selalu menghantui namun karena sudah ada sedikit pengalaman berhadapan orang banyak di forum waktu terlibat di lembaga kemahasiswaan dulu maka bisa di menejlah  dan yang paling penting niat fisabilillah. Insya Allah semua akan berjalan lancar jika niatnya suci dan ikhlas. Oh, iya ada beberapa alasan kenapa aku memilih profesi dosen, salah satunya yaa karena lebih mudah menda’wahkan ajaran nabi-nabi dan pahalanya lebih banyak.

            Sebelum memasuki kelas aku menyempatkan dulu untuk membersihkan debu – debu  jiwa yang menempel dengan air wudhu agar terhindar godaan – godaan syetan (Riya, Sombong dkk) . aku juga meyakini bahwa ilmu itu suci jadi untuk memperolehnya dan menyalurkannya  kita harus “bersih” salah satunya dengan berwudhu.

             Ketika hendak memasuki kelas  ,mata mahasiswa- mahasiswa yg menunggu didalam ruangan  tertuju kepadaku. Ku ucapkan salam hanya sedikit yang menjawabnya , kebanyakan berbisik – bisik dan mengobrol sambil melirik –lirik kepadaku .  Ketika  aku hempaskan ke kursi pantat dan punggungku yang dari tadi tegang , semua mata keheranan dan seolah tidak percaya klo aku yang akan mengajar mata kuliah Pengantar Manajemen. Wajar karena audiens yg aku hadapi rata – rata se usia denganku bahkan banyak yang lebih tua dariku. Ini merupakan tantangan bagiku untuk mengendalikan forum.

            Salah seorang mahasiswa baru masuk dalam kelas mengetuk pintu dan mengucapkan “Selamat Malam Pak Dosen“ . secara spontan aku bergumam “Pak” tiba- tiba secara perlahan butir – butir air menetes keluar dari rongga – rongga kulit wajahku . Agak aneh dan kupingku tidak terbiasa dengan panggilan “Pak”, batinku berkata “ kau ini bukan mahasiswa lagi tapi sudah Dosen” inilah koskwensi logis ketika berada di ranah kerja lagi pula lama kelamaan pastinya aku akan terbiasa juga.

             Agar grogi aku tidak berlarut – larut aku mulai kegiatan belajar dengan membuka salam dan membahasakan perasaan senang aku bisa berada di hadapan mereka. Setelah  itu aku lemparkan pertanyaan, “kita langsung kontrak belajar atau gimana dulu?”. Tanpa dikomandoi Serentak mereka berteriak “ perkenalan dulu Pak” . Baiklah , “klo begitu kita mulai dari ujung sana (jariku menunjuk sudut belakang kanan)”. Satu per satu mereka memperkenalkan dirinya dengan profesi dan biodata singkat masing2.

           Setelah selesai semua , aku berpura-pura mengatakan “kita langsung bahas kontrak belajar yaaa?” ,sontak mereka Protes karena aku belum memperkenalkan diri. Akhirnya aku memperkenalkan diri juga. Ketika selesai , salah seorang mahasiswi berteriak “statusnya apa Pak “. Aku jawab saja ,aku sudah bercincin (sambil memperlihatkan cincin pemberian keluarga  aku yg melekat dijari manis kananku dan  diatasnya ada batu berwarna kuning imut, namun sebelumnya aku balik agar batunya tidak kelihatan) terserah anda menafsirkan apa cincin aku ini, yg pastinya aku sudah bercincin.Raut wajah mereka seolah ada Tanda Tanya yg melekat.

            Aku buka laptopku dan menyambungkannya ke LCD yg sudah terpasang , aku buka power point yg sebelumnya aku persiapkan . terpampanlah di tembok putih kembaran tulisan yg ada dilaptopku namun ditembok itu ukurannya lebih besar dibanding yg ada dilaptopku. Kontrak Belajar (1). Mahasiswa tdk boleh terlambat Maksimun 15 menit setelah perkuliahan dimulai  Kehadiran minimal 10x pertemuan.(2)Tidak boleh merokok dalam ruangan (3)Berpakaian rapi dan sopan (4)Tidak boleh nelpon ato ditelpon , smsan, main game apalagi BBMan.(5) Penilaian a. Kehadiran b. Mid Test c. Final test d. Kuis/Tugas e. Sikap .

            “Silahkan anda kritisi,menambahkan atau mengurangi jika anda tidak sepakat. Mari kita sama –sama diskusikan. Kontrak belajar ini tidak hanya berlaku bagi anda tapi juga bagi sy” kataku dengan penuh semangat dan seolah menantang. Semua melotot sambil mengeja kata per kata. Aku lanjutkan lagi uneg – uneg yg ada dalam pikiranku dengan suara lantang “ Selain kontrak belajar tersebut ,ada beberapa hal yg sy ingin sampaikan dan perlu kita juga sepakati bersama.Pertama, Selama dalam kelas ini kita lepas dulu “baju” kita , tanggalkan dulu pangkat, title, usia tua – muda semua sekat – sekat ego yg menghambat proses belajar kita, tapi kita tetap dipayungi kerasionalan,kearifan dan moralitas.

Sabtu, 10 Desember 2011

“SBY dan Harga Mahal” (Seolah Puisi)

“SBY dan Harga Mahal”

Pak SBY yang Berwibawa, Tahukah engkau?.
Rakyat kecil Menderita dibawah naunganmu.
Kawan kami banyak Tak Sekolah.
Pendidikan semakin mahal.
Harga Buku semakin mahal.
Seragam Sekolah semakin Mahal.
Namun, gaji guru –guru rendah.
Tak semahal pengorbanannya.

Pak SBY yang Tampan, Tahukah Engkau?
Wajah – wajah Rakyat kelaparan banyak terpampan.
Harga beras melonjak.
BBM melambung tinggi.
Rakyat susah , Pejabat berpesta pora.

Pak SBY yang Pandai Bernyanyi, Tahukah engkau?
Rakyat menangis, meringis menahan sakit.
Kesehatan semakin mahal.
Obat-obatan semakin mahal.
Biaya berobat juga mahal.
Semuanya Mahal.

Pintar,Kenyang, dan Sehat hanya orang yang berduit.
Bagi mereka tak punya duit.
Hanya menjadi penonton  dan pelengkap.
Merasakan pahitnya kehidupan.


Puisi diatas adalah pesanan “Adikku” agar dibuatkan puisi tentang mengkritik SBY ,untuk tugas dari guru disekolahnya . Agar ia tak kecewa , aku paksakan untuk membuatnya walaupun aku tak terbiasa dan berpengalaman membuat puisi.  Jadi, kata – kata diatas tidak jelas bentuknya, apakah puisi, lirik, syair,curhat, atau hanya teks tapi yg penting mirip mirip  puisi..heheee..
Yang aku tahu Cuma membaca puisi , itupun puisi yang indah – indah aja (heee..Sok Romantis)

I’am 04 12 2011

Kegalauan Intelektual

Bulan ini akhir pendaftaran wisuda jika tidak menyelesaikan proyek ini, itu artinya aku sudah tiga kali melewati proses yang bagi orang “sacral” tetapi bagiku “aneh” karena  memakai baju yang aneh dan upacara yang aneh .Peserta diwajibkan memakai pakaian yang gombreng dengan topi segi lima ditambah kain berwarna yang mirip selendang. Entahlah, apa maksud semuanya itu,toh aku tidak pernah mendapatkan penjelasan atau makna pakaian dan acara seremonial yg aneg  tersebut. Yang aku tahu selain ka’bah, disanalah (gedung BarugaA.P. Pettarani)  tempat yang diidam – idamkan mahasiswa unhas untuk membawa kedua orang tuanya.

            Memang , kedua orang tuaku sudah aku ajak kesana. Tapi kali ini mereka meminta kembali . aku juga pusing padahal mereka sudah berfoto  denganku sambil memakai baju gombreng(baca:baju toga) dan foto itu sudah dibingkai serta dipajang di ruang tamu. Setelah kurenungkan ,ternyata aku sudah offside(kelebihan semester)  dikampusku ,itu berarti biaya kuliah akan dikeluarkan lagi dari Kas keluargaku yang semakin menipis ,sementara bapak sudah pensiun .(Dasar anak tdk tahu diri;gumamku )

            Ada beberapa penjelasan mengenai kenapa sampai saat ini belum selesai – selesai (penelitian) juga.Pertama, Membayar dosa masa lalu.Ketika masih menyelesaikan skripsi dulu, aku mengangkat tema penelitian yang terbilang masih baru , karena keterbatasan objek penelitian dan referensi serta waktu dan biaya akhirnya aku memilih banting setir memilih judul “sejuta umat”  padahal ketika itu aku sudah selesai ujian proposal. Konskwensinya idealisme bergeser ke pragmatisme dan kepuasan intelektual tidak terpenuhi walaupun bergelar sarjana. Nah, berangkat dari itu aku sudah berjanji dan bertekad akan menggantinya ketika kelak diberi izin dari sang khalik untuk mencicipi kampus yang kedua kalinya. Alhamdulillah Doa tersebut dikabulkan dan sementara ini masih proses penyelesaian.  Aku tahu, hasil karya kita dikampus itu tidak dihargai tapi bagiku ada kepuasan tersendiri yang tak dapat diukur dengan uang. Teman – temanku memilih bahwa tesis adalah 10 kumpulan tesis  menjadi satu. Dosen penguji pun juga acuh tak acuh .Jadi, jangan heran klo banyak tesis setara dengan skripsi bahkan masih berkualitas skripsi yang dibuat oleh mahasiswa yg juga “betul2” membuat skripsi.

             Kedua , Tidak Fokus. Tidak konsentrasi dalam menyelesaikan  penelitian ini karena disebabkan pekerjaan walaupun tidak sulit ,namun dituntut untuk membaca buku – buku yang tidak sesuai dengan penelitianku. Disamping itu ada juga beberapa kegiatan ,teman – temanku menyebutkannya “proyek tengkyu” tapi itu bagiku “proyek Tuhan”.

www.ceil-piette.gov.ar
            Ketiga Kurang referensi. Judul yang aku angkat kali ini membutuhkan referensi yang banyak karena metode penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif. Dan aliran/Mazhab yg besar dikampusku menganut paham paham Cartesian Newtonian atau kuantitatif jadi susah mencari dosen yg bisa diajak sharing2 serta hasil penelitian yg bergenre sama. Keempat, Aturan Birokrasi. Selain pengurusan surat persuratan yang rumit dan lama terjadi di pemerintahan ternyata dikampusku juga  sama . Aku membutuhkan banyak surat izin penelitian karena setiap tidak ditanggapi oleh perusahaan maka aku ganti lagi. Issu yg aku angkat dalam penelitian ini memang “sensitive” bagi perusahaan jadi wajar aja kalau sering ditolak.  
            Kelima,  Mood. Inilah faktor yang paling berpengaruh ,jika diregresikan maka hasilnya positif dan signifikan dengan R 60%  sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Jika si mood itu bisa beli maka aku akan membelinya,heee. Mencari “irama” yg pas untuk mengerjakan penelitian ini memang sangat sulit. Atau karena tidak ada yang mengingatkan atau memotivasi yaa..heee. Godaan diluar untuk melakukan gerakan- gerakan tambahan sangat dahsyat. Seperti nonton Tv, ngenet,ngumpul2,diskusi2,futsal,renang,rapat2,dll. Mungkin juga membuat catatan /tulisan ini adalah godaan penghambat  ,Tidak. Aku menulis ini hanya mengeluarkan pikiran2,khayalan2 dan perasaan2 yg tersimpan agar memacu aku lagi untuk menulis dan menyelesaikan penelitian ini serta beban – beban itu keluar. Karena menurut seseorang pakar, menuliskan perasaan2 kita akan membantu kita menghilangkan stress. Semoga teori ini terbukti.Amin.

Nah, kegalauan inilah yang membuat hari-hariku terasa suram, ingin cepat2 mengakhiri “pertempuran” ini agar bisa fokus ke Philosophia dan agenda – agenda yang menyangkut masa depan.
Mohon Doa nya…

Selamat "Adik"

HPku berdering tepat disamping telingaku ketika berbaring melepas kepenatan. Seorang kawan lama menelpon, menanyakan kabar,berbincang dan mencairkan kerinduan. Diujung akhir pembicaraan dengan logat khasx memberitahukan (dengan ragu – ragu  dan seolah ingin mengecek keabsahanx) mengabarkan bahwa dua teman (adik angkatan) kita akan segera menikah di bulan ini.

Akupun mengiakan isu bahagia yg sedap tersebut ,tentunya dari informasi yang sy dapatkan dari teman-teman..

Perasaan senang bahagia mendengarkan kabar tersebut. Disamping mereka dekat (dianggap saudara) Mereka juga adalah perempuan-perempuan terbaik di masanya ,kader hebat yg pernah lahir di kampus berlogo ayam jantan  . Mereka mengganggap Tanggung jawab intelektual bukan hanya berarti membela kaum musthadafin tetapi bertanggung jawab juga terhadap  mata kuliahnya sebagai pilihan sadar untuk menjadi mahasiswa ekonomi.

Dimana teman2nya hanya sibuk membaca buku – buku akuntansi /manajemen ,selain buku perkuliahan dia juga rajin membaca buku agama, sosial, psikologi, dan bacaan lainnya. Baginya buku akuntansi/manajemen tidak cukup untuk menyelami lautan kehidupan.

Disaat teman-temannya sibuk bersosialita di mall, dia sibuk mempersiapkan /mengurusi,mendidik,mencerdaskan  orang – orang yang kelak akan mengganti posisinya di lembaga kemahasiswaan.

Disaat teman-temannya asyik mengobrolkan artis – artis dan trend masa kini , dia malah mendiskusikan bagaimana Indonesia masa lalu,kini,dan esok.

Mereka tahu bahwa apa yang akan dilakukan ketika kelak akan berkeluarga karena Bunda Fatimah Az- Zahra adalah tokoh panutan  mereka .

Banyak cerita kebaikan - kebaikan yang melukiskan mengenai mereka yg tak mungkin digoreskan dimedia yg terbatas ini, Mudah –mudahan mereka masih ingat  bahwa mendidik anak dan berkhidmat ke suami sama dengan mendidik bangsa karena perempuan adalah pemain kunci yang akan menentukan nasib bangsa lewat anak-anak mereka dan pengkhidmatan mereka terhadap suami akan berpengaruh terhadap kondisi sosial masyarakat. Tidak akan lahir 'superman' tanpa 'superwoman'. Begitulah kira – kira.

Sungguh beruntung pria yang menyatukan jiwa dengan dirinya.

Semoga menjadi keluarga Sakinah (Ketenangan lahir dan batin),Mawaddah( kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk.),Wa Rahmah (keluarga yang didasarkan pada rasa cinta kasih dan sayang)

Selamat berbahagia,semoga "nilai – nilai" tersebut masih terpatri dalam diri kalian dan terpancar menyinari rumah tangga kalian.


i'am 20112011