Daftar Blog Inspirasi

Buku sekaligus Undangan karya kami

bahwa Dia adalah Cinta

Whiji Thukul,Tan Malaka,Marsina dan Munir

Mereka Tidak Mati:Kami Berlipat Ganda,Ide Kami Bergerilya

Laskar Buku

Berkhidmat untuk menyenangkan Hati Rasulullah SAW

Menyatu dengan Semesta

Dan Ketika Kerinduan Membawa Sepasang Kekasih Untuk Bersatu.

Membaca Bikin hIdup Lebih Bermakna

4500 Judul buku berbagai genre siap dibaca dan dipinjam gratis.

Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juni 2014

Dunia Terus Merontah

Manusia lengah,
Pengikut penyembah berhala kian bertambah.
Audiovisual menggoda manusia serakah,
Sangat gencar tak kenal lelah.

              Pembawa kitab tak kunjung tiba,
              Ia jatuh dijidat yang sama.
              Pengusir berhala tak sadar membuat berhala baru,
              Tuhan diobral untuk oral.


14M310514

Selasa, 12 Februari 2013

Menjaga Pasien

Aku duduk dilorong rumah sakit
tanpa menghiraukan lalu lalang
pasien yang sakit.

Dalam dunia romantism materialsm.
Aku berdosa.
Melanggar kaidah kasmaran.
karena belum ada sajak buat wajahmu
Belum saatnya.

Padahal .
aku ingin sekali matamu berada dalam kataku

Mereka duduk di kursi roda dzikir
memandangku,
menyembuhkan dosa yang kian mengganga.
kupikir aku perlu berdzikir.


RS Wahidin
01022013

Selasa, 29 Januari 2013

Anak bangsa yang bangsat

Mengangkat besi berkarat
menusukkan ke wajah koruptor keparat
menggali tanah adat
biji - biji berharga dicuri aparat

lalat terbang melarat
dikoridor manusia kurus sekarat
Alat kesehatan semakin tak merakyat
dimark up sahabat pejabat
serat pendidikan tak sampai dirakyat
mereka (di TV) anak bangsa yang bangsat
tak mau taubat.



*festival pendidikan, di gedung kesenian
bersama komunitas lainnya.

kata buku

1.
Aku dan buku
diam dimalam yang kelam.

2.
Pria dalam kata
Mendesain surga ditelapak kaki.

Dan Ketika

Dan ketika kerinduan membawa sepasang kekasih untuk bersatu...
jangan engkau tanya dahaga itu apa?
melainkan mereka akan menjawab dahaga itu adalah senyuman merekahnya yang tak kulihat dan aku menjadi fakir ketika jejak langkahnya nan anggun tak ku temukan ....
salam rinduku untukmu kekasihku, kekasih Tuhan, kekasih para Pengasih.


copas.
29112012

Rasa Tawar Kelelawar


1.
Kerikil cadas kini menyatu jalan hitam
menyambut udara pagi.
Buah pepaya tak utuh dinegeri kelelawar.
Kabutkabut tebal dimalam hari membatasi mimpi.
dan mengembalikan  kesadaran akan mati.

Satu persatu  kotak terbuka.
sungguh, mereka penasaran.
Karpet merah basah.
tak kuasa menahan lelah.

11012013

2.
Berliku liku hidup sebagian dilalui.
Karena saling mendahului.
Nyanyian  pelepas dahaga mengantar putra.
Pinggiran mendung matamata memandang
sekelompok gerombolan pereguk tetes bahagia.

12012013

3.
Padi dan sawah adalah dua entitas yang tak terpisahkan.
lihat sawah berarti ingat kau.
Bukan mengingat kedua pipi yang semerah dengan kain yang kau gunakan,
ketika kau "dicentil" oleh saudarasaudaramu.
Tapi kau banyak belajar dengan padi.
semakin berisi semakin menunduk.

kuning padi dan merah pipi  adalah dua entitas yang sangat berbeda.
Padi tertunduk tapi ia tak tersipu malumalu.
Senyum aku merekah ,
karena kau pernah bercerita kebaikan sawah.
rumah sawah,
orangorang sawah.
bajak sawah.
petani dan sawah.

1,4M
Soppeng,13012013

Senin, 31 Desember 2012

Tak Terasa, ia Wisuda


Aku masih ingat beberapa tahun yang silam , di sebuah gedung dalam kompleks perumahan sana. Aku diundang salah satu lembaga kemahasiswaan (yang selalu  aktif mentransformasikan nilai –nilai universal,semoga )  yang ada di Makassar   untuk  berbagi pengetahuan ke kader-kadernya. Karena agendanya belum dimulai ,aku dipersilahkan menunggu di ruang panitia, Salah seorang panitia dengan gaya postmo dan  wajah lugu, polos. menyapa.  Ia pernah kulihat dibeberapa forum diskusi kultur.  kini ia berada didekatku bersama beberapa pengurus dan panitia kegiatan tersebut. keingintahuan dan  kehausan intelektual  yang  membedakan  ia dengan teman-temannya . Buktinya, ditempat tersebut ia bertanya mengenai filsafat denganku. Dan aku agak kesulitan menjawabnya karena ketika itu bahan bacaanku sudah mulai beralih dan wacana filsafatku tidak tuntas.

Dalam proses dinamika kampus, ia terus melejit; mengawal pengkaderan , mengikuti diskusi kultur,berkhidmat dimasyarakat, dan  ia kerap kali juga hadir dijalanan dikerumuman massa anti ketidakadilan . Dengan konsitensi dan idealismenya ia terpilih menjadi ketua himpunan,membuat terobosan terobosan baru seperti  sekolah anak pesisir. Yang membuatku salut dan bangga kepada  ia adalah perubahan pola pikir  yang dibarengi dengan perjalanan spiritual terus ia canangkan. Bukti yang paling  nampak adalah Hijabnya.

 Kini , ia terus tumbuh dewasa dan tak terasa kemarin ia sudah berfoto dengan rektor universitas hasanuddin (difoto dari samping, biasanya fotonya diambil digedung rektorat seminggu setelah acara ) dengan memakai baju hitam-hitam  tak lupa topi toganya. Aku tahu klo ia sudah lulus ,setelah melihat fotonya di FB bersama kakak “ideologisnya”. Jadi, aku lupa memberikannya selamat. Kemarin malam, ia bersama kami mencari sesuap pengisi keroncongan perut. Ditengah perdebatan “kakak2nya” yg sibuk memutuskan  tempat yang baik,tepat,enak,dan semua menyukainya. Ia juga ikut kebingungan dengan sesekali tertawa  dengan tawanya yang khas ketika mendapatkan warung yang sudah tutup.

Selamat atas Gelarnya dik, smoga ilmunya dapat bermanfaat di masyarakat.
Pelan dan pasti kau akan merindukan semuanya. Dan aku masih percaya yang dikatakan Nelson Mandela bahwa Pendidikan adalah senjata paling dahsyat yang dapat kita gunakan untuk mengubah dunia
Sekali lagi.. Selamat memasuki  “Kampus Nyata”, terus berproses,berkarya, berkhidmat, dan tak lupa jangan lupa Rumah Baca Philosophia..heeee.


ini dia yg sy maksud .http://www.facebook.com/anrastryastuti?ref=ts&fref=ts

Hujan seperti Cinta

Hujan seperti cinta
membasahi tanah yang kering.
Melenyapkan debudebu yg berterbangan
Hujan Membuat orang berhenti lalu mencari tempat berteduh
Berani menerobosnya berarti basah.

Hujan seperti cinta
 membuat  orang  kedinginan  
merindukan kehangatan  dengan suhu tertentu

Hujan seperti cinta
Membuat anda menunggu.
Kadang mempercepat  kadang  memperlambat aktivitasmu.

Hujan seperti cinta
Mengubah pola hidupmu.
Hujan berdiskusi dengan angin
Mau dibawa kemana cintanya.

 Hujan seperti cinta
Membuat ikan ikan  menarinari keriangan.
Hujan memutar memori masa lalu,
Kejadian,keriangan,dan kesedihan.
Aku sangat suka bermain bola dalam hujan.
Setelah itu langsung menceburkan diri kesungai yang berwarna coklat.
Sungguh, aku sangat senang.
Pulang bermain, sosok ayah menunggu siap menerkam .
Baginya, aktivitas itu membahayakan diriku.
Disinilah sedihnya.

Satu yang aku tahu  pada saat hujan ,
Kau sangat menikmati aroma yang keluar dari tanah.
Tak harum juga takbusuk tapi menyegarkan.
Membantu melepaskan kepenatan hidup.
102102

IVb.
Hujan seperti cinta.
Menuliskan hujan membuat kawan mencemoohku.
Ia mengkritik kenapa mesti hujan?.
Sudah banyak penyair yang menggambarkannya.
Itulah indahnya hujan kataku.

Karena hujan.
Kawan bilang aku penulis becek.
Bisa menulis ketika hujan .
Karena hujan seperti cinta,kataku.
Kini aku paham  kenapa banyak kata yang dilahirkan oleh hujan .
Karena Hujan seperti cinta.

112012

IV.c

BMKG...

belum usai .,.,.,,.,.,.,.,.,.

Sandal Hilang

Aku punya sandal ,
Tentunya sepasang yang handal.
Umurnya selalu  tak lama.
Seumur pohon tomat yg terkena hama.

Ia kerap kali mengkhianatiku.
Berselingkuh ke temantemanku.
Ia kerap kali dipakai bahkan nginap bersamanya
Tak ada temanku yg mengaku.

Sandal merahku pernah hilang tanpa jejak.
Lama sekali..hampir sebulan.
Sampai – sampai aku tak bisa kemana – mana.
Aku kaget .
tiba2 ia berada didepan pintu dengan keadaan lemas,lusuh,kotor dan terkoyak.
Aku  miris melihatnya.
Mungkin ia telah diperkosa secara bergantian.
Kaki – kaki yang  tak bertanggung jawab.

Sandal  jepit yang kumal juga pernah aku miliki.
Temanku menyebutnya sandal anti kemapanan.
Ia menjadi pilihan terakhir .
kasian.
Tapi. Sekumal kumalnya ,ada juga kaki yg merayunya.
Buktinya, ia juga hilang.

Pernah aku melamar sandal eksotis ke seorang penjaga toko..
Menanyakan daya tahannya,kualitasnya dan harganya.
Ia terbuat dari kulit dan aku mengeluarkan uang dari dompet kulit. .
Karena aku tergoda untuk memilikinya.
Ia pernah dipinjam oleh temanku, diusianya yg masih muda.
Lagi – lagi ia kembali dalam keadaan sayap yg terputus.
Ia tak layak lagi dipakai.
Ikhlas kan lagi…

Sudah banyak dana yang aku habiskan untuk memiliki sandal
Mungkin sekali dalam sebulan.
Entahlah.
Ia berselingkuh atau  ia dipaksa.
Dan dibawa lari.

Aku rela berbagi.
Jika  aku diberitahu.
Aku ikhlas  ia pergi
Jika ia pamit dan kembali lagi.


1,4M.
31122012

Puisi yang belum usai


Hari terakhir

Mereka berdua memakai kemeja
Aku memilih kaos oblong.
Kemeja menampakkan kerapian ,kaos berarti simpelitas.
Ini bukan pembenaran tak punya kemeja, tak ada yang sudah dicuci atau malas menyetrika.

,.,.,,.,.,..,.
31122012


Besi karat

Mengangkat besi berkarat
Menusukkan kewajah koruptor keparat
Biji – biji berharga dicuri aparat,
Rakyat semakin sekarat,

Kau yang diTV,
Berhenti mengumpal.
……..
.,.,.,.,.

22122012


Mencari Tanggal


Dinding putih retak
Menghilangkan stigma rasa yang terpetak petak
.,,.,.,……
14122012

Selasa, 25 Desember 2012

Sampul Profil Kasih Sayang


Cahaya orange mulai redupkan tenagamu.
Kau ingin cepat bersembunyi dibawah lautan.
Betapa tidak.
usia renta Dengan beban pikir yg bercabang-cabang.
Kau junjung  dengan besar 50 kali lipat dari kepalamu.

mangais rumput untuk mengais rejeki.
menapaki jalan tanpa alas
menapaki hidup tanpa belas

Tiang tiang listrik kokoh melintasi pinggir jalanmu.
tapi, listrik hanya dibutuhkan oleh orang kota yg tak punya energi.
kau sumber energi alternatif.

Disudut kiri bawah.
sore beranjak pergi.
Ban motor bekas menggelinding disertai tawa.
berlari sambil bermain meraih mimpi.

tak ada beban yang hanya ada ban.
sepotong kayu sebagai pemutar roda.
sepotong semangat terus bergerak .
menggapai asa dipantai yang lepas.

sehari tak bersamamu,
membuat anak - anak itu terus memacu ban mainannya.
berlari ..
terus berlari..

anak - anak dirumah menantimu.
menunggu,
merindukanmu,
kau menyambungkan kabel.
dari bibir kejidat anak anakmu,
menyalurkan energi kasih sayang
sepanjang hayat.


1,4M.
20122012

NB:
entahlah foto itu darimana tapi penikmat foto itu yang sampai saat ini memakainya terus memberiku inspiratif, utk selalu menjaga keimanan dan kesehatan.
Selama aku mengenalnya, hanya itu permintaanya.
bukan bunga,cokelat apalagi baju baru.
ia merupakan kekuatan kreatif.

Terpasung

Terpasung oleh rinai mahabbah,
Berdetak riang gemulai tabah.
Merunut waktu serba hening,
Melucuti kepiluan rasa bening.

Berenang dalam lautan aksara.
Demi cita yang mulia.
Mengepakkan idealis diatas awan.
Demi cinta yang suci.

Hidup untuk Makan.
Atau
Makan untuk Hidup.

Hitam atau Putih.
Abu- abu hanya berlaku diwarna.


1,4M.
20122012

Mie Penuh Makna

Pagi menghidangkan aroma masakan yang tak asing bagiku. Kali ini ada bawang goreng, sayur bayam, dan  tiga irisan telur berenang bersamanya. Tak seperti hari – hari biasanya mie polos tanpa penghias.

Aku pernah makan mie instan dicampur bakso yang lewat depan rumahku. Aku senang melihat wajah penjual baksonya ketika ia meracik semangkok bakso. Saat itu ia ditelpon kekasihnya, menanyakan kabar keberadaan dan jualanya. Dengan logat jawa ,senyum dan sabar ia katakan “Alhamdulillah sudah ada”. Aku orang pertama yang membeli dan aku sangat bahagia. Bukan cuma sampai disitu batas kebahagianku tapi karena  memakan racikan suami yang berjuang menafkahi istrinya.

Aku juga pernah memasak mie instan. Yang mau makan ada tiga orang sedangkan yang tersedia tinggal satu bungkus dan persediaan telur masih banyak. Agar terkesan banyak dan mengenyangkan kuahnya diperbanyak ditambah lima butir telur . Jadilah racikan indahnya kebersamaan 153 . 1 bungkus mie instan,  5 butir telur untuk 3 orang.

Aku juga punya sahabat yang menertawakanku ketika mie instan dicampur dengan nasi. Karbohidrat ketemu Karbohidrat katanya.

Aku juga pernah mendengar “jangan terlalu sering makan mie instan”. Nanti cara berpikir kita kamu akan instan, tidak sabaran, tidak menghargai proses, cepat saji, bahkan ada yang katakan itu racun.

Aku pernah berpikir bahwa mie instan salah satu makanan nondiscrimination. Tanpa pandang kelas,status,jabatan, agama, dll.

Aku juga pernah membaca dan menonton 5 cm. setiap ian makan mie pasti riani akan meminta kuahnya sedikit. Dan ketika ian akan kuliah di Manchester maka omzet penjualan mie instan terancam menurun.

Aku juga sering salah berpikir, salah sebut bahkan salah ketik sampai menulis ini .Menyamakan Indomie dengan mie instan padahal indomie adalah merk mie. Kasihan merk – merk mie instan yang lain Di Dominasi oleh indomie. Inilah hebatnya ahli pemasaran indomie mengorek alam bawah sadar konsumen. Mie instan adalah indomie.

Aku juga pernah lihat iklan mie instan di TV, ini ceritaku mana ceritamu.


14M, 14122012

Melihat Tuhan Dalam Dirimu


" Aku Melihat Tuhan dalam dirimu...Aku harus berbuat apa ?"


Dan ketika kerinduan membawa sepasang  kekasih untuk bersatu.
Jangan engkau tanya dahaga itu apa ?
Melainkan mereka akan menjawab dahaga itu adalah senyuman merekahnya  yang tak kulihat.
Dan aku  menjadi fakir ketika jejak langkahnya nan anggun tak ku temukan...
Salam rinduku untukmu kekasihku,
Kekasih Tuhan,
Kekasih Para Pengasih.

sms30Nov2012

Kita Melewati Sepi Tapi tak Bergenggam

1.
Semut merah berjalan dikarpet merah
Melepas resah dipangkuan buku murah.

Bilikbilik ketupat tak berisi ilmu,
Jendela dunia dilipat tak bertamu.

Bendabenda pengetahuan menumpuk dipojok kamar
Mereka asik memupuk malas dilubuk samar.

Kotakkotak baru berdebu,
berbanding terbalik.
semangat yang mengebungebu.

Ikanikan kecil satu per satu menghadap.
Mereka tak dapat kasih sayang,
Mengira ribuan teman yang berjejer bisa menghiburnya.
Mereka tak butuh buku tapi makan & air bersih.

Disudut lain.
Slogan bertarung.
Boleh,Mohon Tidak.Aktivitas legal, Tapi Ditelan.
Pelaku berkompromi, mengibuli, acuh, bersahabat.
Slogan tak berpayung hukum tapi beratap etika.

2.
Kita pernah punya mimpi.
Tapi tak seragam.
Kita melewati sepi.
Tapi tak bergenggam.

Kita menulusuri lorong kehidupan mencari tubuh kita.
Sampai langit menyediakan menu awan hitam
yang berisi air.

Mereka beruntung mendapatkan kita.
Karena bumi punya banyak cerita.

3.
Dikeheningan sore,
Langit mendung malumalu.

Dua ekor merpati betina  hinggap di gubuk pengetahuan.
satu bergerutu membangunkan mimpi,
satu bermuka masam memandang isi gubuk.

Perlahan mereka mematok,sedikit demi sedikit.
sampai  bangunan kata runtuh.


14M.10112012

Jumat, 09 November 2012

Sebutir Pasir Putih

ketegangan ketika pasir menyambut air asin
bergerak maju mundur mengikuti arus.
tak sama musim kemarin. pasir berani menerobos ketakutan.

sebutir pasir berani.
karena yakin, ia lah ketetapanNya.
Pasir yang dihormati mengurai maksudnya mendekati pantai.
ia disambut tangisan kebahagiaan.
semuanya hening tak menyangka. diluar skenario.

pasir putih bersembunyi dibalik karang.
membiarkan pasir yg melahirkannya melayani pasir pasir asing.
satu per satu debu debu dirangkai.
1 jam bekerja tapi rangkaiannya tak sempurna.
ia takut musim hujan yang akan mengganggu keceriaannya
Dan ia menyukai proses dan kesabaran.

pasir asing ingin bergabung  agar ia tak dianggap asing lagi.
kini, pasir asing hanya menunggu.

Diantara butiran pasir.
ia lebih sering diinjak kaki - kaki nelayan.
kaki hitam yang  penuh beban ketidakpastian.
ia pernah bersembunyi diantara tumpukan pasir lainnya,
namun ia kembali ketika seorang anak kecil bermain dengannya.
menggali ,melubangi dan membuat istana pasir.
ia ditaruh dipucuk istana.

ia senang dengan bulan purnama.
jika saatnya tiba  ia akan duduk dibawah pohon kelapa.
bukan membuat kata tapi berharap ada manusia yang mengajaknya.

ia kerap kali belajar memetik bunga pasir liar yg hidup dipantai.
namun setiap kali memetiknya ,kegagalan menyambutnya.
Ada bunga pasir yang belum mekar,
Ada bunga pasir yang berduri,
Ada bunga pasir yang dipetik pasir lainnya.
Dan ada bunga pasir yang tak sudi dipetik olehnya.

ia pernah gagal memetik bunga bunga pasir.
Bunga - bunga pasir yang dihidangkan ditaman2 Tuhan.

Suatu hari,
tak sengaja keong emas membawa sebutir pasir putih,
bersembunyi dibalik cangkangnya.
keong emas membawanya dari pulau sebelah.
Pulau yang ditempati pasir-pasir pengetahuan.
ia dipertemukan karena keingintahuan pasir putih mengenai keunikan pasir asing tersebut.
ia berbeda dgn pasir2 lainnya yang dikenal dgn lingkungan egois.
pasir putih ingin belajar altruis.katanya.

Kini,
Sebutir pasir putih merenung,
berdoa,
memutar masa lalu,
mempersiapkan masa depan.
untuk menyatu dgn Tuhan.

1,4M   04112012

Ego Laki

Aku menyesal amat mendalam,
Meninggalkanmu dalam kesedihan yang terpendam.
Hanya karena ego laki yang tentatife tapi menyayat.
Hanya karena emosi laki yang liar tanpa hikayat.

Aku juga tak paham,
Kenapa aku seperti binatang dalam kubangan.
Mengambil keputusan bodoh tanpa timbangan.

Aku laki yang tak punya hati,
Melihatmu meringis dengan tangis.
Aku Laki yang rubuh,
Bahasa tubuh dengan butuh.

Maaf kau layangkan,
Walaupun kau yang diinjak.
Tersirat terlihat,
Kerendahan hati dan besarnya kasihmu.

Penyesalan bertambah,
Karena keterlambatan menangkap itu.
Tertutup oleh tirai ke ego an.

Kini,
Kau berada dalam naungan Doa orang lain.
Dan,
Aku sulit mencari,
Kata apa yang dapat mewakili penyesalanku,
Selain air bening yang menetes dipelupuk.

(Catatan beberapa tahun silam)1,4M

Senin, 03 September 2012

Ku ingin menjadi pikiranmu,kemudian menjadi kata olehmu

Aku memilih bukubuku yang terbaring bersamaku,
Menghanyutkan perasaan yang terpendam.
Aku memilah juduljudul yang menyendiri,
Menunggu di halte kerinduan.
Aku menoleh katakata yang dapat mewakili malamku,
Mengeja dan memperdengarkanmu.

Diantara tujuh tak ada yang kau suka,
selain cinta bukan iga.
Kau menolak karena itu bukan imajiku.
Akhirnya kau merengek seolah kehausan sajak.

Dikeheningan ini kau bosan dibacakan,
Namun kau ingin dibuatkan.
Misdaq puisiku adalah kau,
Karena kau adalah puisi.

Suara tuuuutt melenyapkan malam.

Sekejap,tibatiba terdengar suara yang membawa bait.
"Ku ingin menjadi pikiranmu,kemudian menjadi kata olehmu"
Hatiku tersenyum
Dan kau paham.



1,4M 28082012

Sabtu, 25 Agustus 2012

Buku Baru : Pare dan Catatan Tak Usai


Penulis: A.Zulkarnain
Penerbit: Philosophia Press
Only Rp. 35.000,-
Info pemesanan:
-Zul:085242149940/pin:25DCAE91
-Winda:085242021074/pin: 2814E858
-Risvan: 081241761101/pin: 29788C8D
-Rumah Baca Philosophia (Toddopuli XI no 4 Makassar)

Kata Pengantar

KEMULIAAN kepada Tuhan Pecinta pemilik segala cinta yang senantiasa memberikan cinta kepada yang dicintainya.
(Allah SWT).

Buku ini berawal ketika Agustus 2010, penulis merencanakan meninggalkan Pare untuk melanjutkan pengejaran terhadap mimpi-mimpi yang lain. Beberapa teman meminta agar tulisan yang pernah penulis sebar selama di Pare, bisa dikumpulkan untuk minimal menjadi bacaan tambahan teman-teman yang akan melanjutkan agenda belajar dan berjuang di Pare.

Akhirnya terkumpullah beberapa tulisan, termasuk tulisan yang pernah tersebar di kampus. Kumpulan tulisan tersebut kemudian diramu menjadi buku (cetakan perdana) oleh A. Fery Febriari dan disebar ke beberapa teman yang masih akan menetap di Pare.

Beberapa waktu kemudian ada yang memberi usulan agar buku tersebut bisa dicetak ulang dan disebar lebih luas. Maka, dilakukanlah beberapa perbaikan dan jadilah seperti yang ada di tangan pembaca sekarang ini.

Buku ini merupakan bagian dari proses curhat intelektual penulis dengan beberapa owners, tutor, siswa, pemilik warung, dan beberapa tukang becak di Kampung Bahasa Pare, Kediri, Jawa Timur. Dan juga beberapa catatan kampus yang merupakan hasil dialektika dengan dosen, mahasiswa dan masyarakat–baik yang menonton kezaliman maupun mereka yang gelisah dan bergerak untuk mencoba menjadikan kezaliman sebagai sejarah.

......
karena kita galau, maka kita membaca, diskusi, menulis dan melawan......

Testimonial:

"Menarik..buku ini adalah kumpulan tulisan seorang aktivis. Yg pernah belajar& berjuang di kampus&selanjutnya berjuang di Kampung Bahasa Pare kediri,Jatim.
Disana dia menanam mimpinya agar Pare bukan hanya sebagai tempat belajar bahasa, tapi lebih jauh lagi menjadi t4 menumbuhkan nasionalisme&spirit pergerakan.
Di buku ini, zul juga mengurai problem sekaligus harapan terhadap negaranya"
(Fadjroel Rachman)
.Ketua Pedoman Indonesia
.Mantan Tahanan Politik era Soeharto

***
“Buku yang inspiratif, menggugah kita untuk memahami arti hidup dan mengajak kita memahami lebih jauh tentang Tamansari Pendidikan Kampung Bahasa Pare. Buku ini sangat penting bagi pelajar dan calon pelajar Pare.”
(Ari Hakim)
.Ketua Forum Kampung Bahasa (FKB) Pare, Kediri, Jawa Timur

***
“A.Zulkarnain bukan sekedar aktivis. Ia merupakan satu di antara sedikit tokoh pergerakan kampus. Pikiran-pikirannya menggambarkan kegelisahan seorang anak muda terhadap realitas di sekelilingnya.
Zul dengan lugas mengkritik agama yg (hanya) menjadi candu masyrakat, membuka topeng Presiden Yudhoyono, tapi juga menawarkan pendidikan alternatif ala Pare & harapan terhadap gerakan mahasiswa..”
(Adhie M Massardi)
.Koordinator Gerakan Indonesia Bersih
.Juru bicara Presiden era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

***
“Kita butuh para pengkritik, untuk mengingatkan kita bahwa "yang lebih baik" masih ada, masih jauh masih perlu kita kejar bersama. Kritik yang jernih dan briliant hanya bisa lahir dari dua syarat mutlak yaitu kecerdasan dan keberanian. Keberanian dan kecerdasan sudah menjadi milik Andi Sul, sejak dari bangku kuliah di kampus merah dulu, dan saya yakin, penyepiannya di Pare yang berisi perenungan lebih mendalam membuatnya lebih matang. Teruslah berkarya karena Andi Sul "yang lebih baik" belum di genggaman, masih di depan, masih perlu kita kejar.”
(Eka Sastra)
.CEO Maradeka Group

***
"Saya selalu bangga dan sekaligus iri pd anak muda yg menulis. Lebih2 yg dituliskannya adalah tentang bacaan, renungan, kejengkelan, kritik, dan mgkin juga rasa kesel atas realitas bangsanya. Anak muda yg membaca dan berpikir tentang nasib bangsanya adalah anak muda yg melewati masa mudanya dengan indah. Mencatatkan itu akan membuat kita mengenalnya bahkan puluhan tahun sesudahnya. Tulisan kawan Andi Zul ini adalah salah satunya. Ada kegelisahan, ada kegeraman, ada keresahan tp besertaan dengan itu ada optimisme, ada jalan keluar dan ada kemauan u berbuat sesuatu bagi negeri yg sama2 kita cintai ini."
(Ray Rangkuti)
.Pengamat politik/Direktur LIMA

Minggu, 08 Juli 2012

Melintas ke kotamu.

Dalam sebulan aku sudah lima kali melintas ke kotamu.
Sepintas merasakan aroma khas jiwa pecinta.

Menengok lorong yg selalu kutanyakan padamu adalah suatu kepastian.
Berharap kau berdiri dimulutnya.
Setiap kali aku berada dijalanan yg kamu tunjukkan,pikiranku memikirkanmu.
Patung penanda rumahmu masih saja lusuh menatapku.

Bagaimana kabarmu majnun kecilku?
Terakhir kulìhat,ada perhiasan indah yg melengket dipipi lucumu.

Apakah kau masih selalu membawa ransel dgn kandungan zat pengetahuan.
Apakah sebotol H20 masih setia menemani kantung ranselmu.?

Dimobil ini aku memilih duduk dipojok belakang.
Agar dapat mengumpulkan belaianbelaian angin dan mengirimkan belaian ini kepadamu.

Kau tak perlu risau keadaanku.
Aku ditemani huruf kecil yg terbaru.
Membuatku sangat nyaman berada didekat pertanyaanya Sudahkah kau memeluk dirimu hari ini ?


1,4M
Jenneponto 06072012