Daftar Blog Inspirasi

Buku sekaligus Undangan karya kami

bahwa Dia adalah Cinta

Whiji Thukul,Tan Malaka,Marsina dan Munir

Mereka Tidak Mati:Kami Berlipat Ganda,Ide Kami Bergerilya

Laskar Buku

Berkhidmat untuk menyenangkan Hati Rasulullah SAW

Menyatu dengan Semesta

Dan Ketika Kerinduan Membawa Sepasang Kekasih Untuk Bersatu.

Membaca Bikin hIdup Lebih Bermakna

4500 Judul buku berbagai genre siap dibaca dan dipinjam gratis.

Sabtu, 15 Maret 2014

Ruang Lingkup Makroekonomi (Pertemuan 2)

Selengkapnya... (Download Materinya)
Download Button

Pertemuan Awal Makroekonomi

Selengkapnya... (Download Materinya)
Download Button

Selasa, 11 Februari 2014

Perempuan Kolot dan Primitif

Sekian lama tidak berdiskusi dengan kekasih saya (kata istri diganti menjadi kekasih karena nada tersebut “sensitive” dilingkungan saya dan agar tidak dicap sebagai intoleran berasmara). Semalam kekasih saya memulai pertanyaan yang sifatnya historis mengenai perjalanan hidup saya. Dia memulai dengan pertanyaan “Kak katanya banyak fansTa dulu ?”. saya tersenyum sambil meraba-raba maksud dan tujuannya. “Ah, siapa bilang ”jawabku. “Ada yang memberitahukan” jawabnya. Saya tidak menjawabnya secara langsung tapi melemparkan ketawa – ketawa kecil yang berarti bisa jadi.

Dalam pemahamannya dahulu , saya lahir dari peradaban  pemuja kemewahan,kesenangan, prestice, hura-hura , materialism, apatis, pragmatism dan budaya yang menjijikkan bagi ideologinya tapi para penganut tersebut justru menganggap ideologi dan budaya kekasih saya yang menjijikkan, kolot, primitif, dan ketinggalan zaman. Dia lantas bertanya lagi, yang pertanyaannya menyentak hati saya “jadi, jika dahulu kakak tidak memiliki kesadaran dan pengetahuan pasti kakak tidak memilih saya”.  Dengan tegas saya menjawab “iya, pasti”

Karena saya tidak sadar maka saya pasti memilih perempuan yang tidak sadar juga. Konsepsi atau Kriteria perempuan ideal saya dibentuk sedemikian rupa oleh kekuatan Modal dan Media Massa. Kebanyakan perempuan sekarang Tidak sadar kalau dia bergerak bukan karena kesadarannya , ia bergerak secara linear saja, hanya mengadopsi realitas yang ada diluar dirinya. Segala bentuk kehidupan yang lagi mapan dilumatnya tanpa filteralisasi lagi. Keinginan untuk berbody langsing , kulit putih mulus, memakai baju ketat, celana ketat, jual paha, seksi ,gadget ,Android, mobil  dan segala bentuk citraan lainnya menjadi kebutuhan perempuan kini. Menurut Lacan keinginan akan pencitraan itu yang kemudian menjadi kebutuhan diproduksi oleh mesin-mesin hasrat manusia.

Yang dipentingkan perempuan adalah bagaimana dia bisa disanjung atau menjadi bahan gosip oleh lelaki, bagaimana ia bisa menjadi artis idolanya, atau bagaimana ia bisa bisa memakai produk-produk baru yang tentunya berkelas dan bermerek. MembeIi barang bukan karena fungsi tapi image/citra. Itulah hebatnya kapitalism tak hanya bersemayam di produksi tapi juga dikonsumsi, dengan ganas melindas kebutuhan untuk dijadikan keinginan dan makhluk itu tentunya tidak mengenal usia, pekerjaan, dan jenis kelamin. Pria seperti saya yang juga termakan rayuan iklan dan sinetron kurang lebih sama dengan perempuan.

Kekasihku melenyapkan khayalanku lagi dengan sebuah pertanyaan “Jadi, sama siapa saya harus berterima kasih sehingga kakak bisa menjadi seperti ini atau karena kesadaran dan pengetahuan tersebut sehingga kita bisa berdua ditempat ini ?”

Tuhan memiliki banyak cara untuk “membagunkan umatnya dari tidur” yang pasti kesadaran dan pengetahuan itu tidak didapatkan seperti  membuat dan memakan mie instan yang sudah jarang kita konsumsi itu (Mungkin omzet penjualan indomie mengalami penurunan setelah kami memutuskan untuk tidak sering mengkomsumsinya) sama halnya ketika Tuhan mempertemukan kita, Dia punya cara sendiri. Selain kepada Tuhan jika ingin berterima kasih , berterima kasilah pada lembaga kemahasiswaan yang senantiasa mengajak warganya untuk terus berproses, belajar, berkhidmat dan menyembah nilai-nilai universal.

*
Nb: ada dua catatan penting pertama, yang manakah yang dimaksud dengan perempuan kolot,primitive dan ketinggalan zaman, apakah perempuan yang memamerkan bentuk lekukan tubuhnya  dengan casing style/mode atau perempuan yang menutupi auratnya tanpa terlihat bentuk tubuhnya (karena ada juga yang memakai jilbab tapi ketat dan penuh gaya, kadang tidak bisa dibedakan ini pakai jilbab atau lagi akupuntur)?. Apakah perempuan yang lebih memperhatikan dan merawat tubuhnya ketimbang jiwa dan akalnya?Kedua, kepada saudara kami yang menganggap kami intoleran berasmara . Siapa sebenarnya intoleran , jangan – jangan anda yang intoleran dalam kesendirian.!!!

14m 10022014

Jumat, 05 Juli 2013

Semut Biru Makassar

Jembatan layang (fly over) merupakan tempat yang tepat jika ingin meIihat semut biru ini dari atas, mereka seperti semut yang berkelompok, berbaris dan berkerumun. Aku lupa nama artis yang memberikan label itu terhadap kendaraan andalan masyarakat kota Makassar ini, aku cuma pernah dengar dari kawan yang ia juga dapatkan pernyataan dari seorang artis itu ketika berkunjung ke Makassar. Walaupun salah satu penyebab kemacetan dijalan raya, pete’-pete’ tetap menjadi primadona khususnya bagi kelas menengah kebawah, termasuk aku. 

Di pete’ – pete’ aku lebih menyukai duduk dibarisan belakang sopir. Kau tahu kenapa ?.Pertama, posisi duduk di belakang sopir membuat kita berhadapan atau memandang keluar pinggir jalan dengan objek beraneka ragam seperti trotoar, pohon, penjual, anak kecil yang berlari, gubuk kecil di samping bangunan tinggi, gadis yang menunggu seseorang, serta aktivitas masyarakat lainnya. Berbeda jika memilih tempat duduk sebelah yang ada hanyalah mobil, motor dan becak motor. Monoton dan sangat membosankan. Kedua, karena posisi duduk tersebut membawa masa kanak-kanak aku yang menyukai objek berjalan/bergerak di luar mobil padahal mobil yang bergerak, hal ini aku ketahui ketika duduk dibangku kelas nol. Sangat mengagumkan melihat pohon bergerak meninggalkan kita.

Jangan sekali – kali menyukai melihat kebelakang mobil karena kau akan melihat muka masam pengemudi ketika pete’-pete’ akan berhenti secara tiba-tiba tanpa penanda. Satu lagi kebiaasaan sopir pete’-pete’, ia akan mengurangi kecepatan dan berhenti jika bertemu dengan lorong begitu pula jika mendapati orang yang berdiri di pinggir jalan (walaupun orang itu tidak bermaksud menunggu pete’-pete’). Bukan cuma sopir, calon penumpang juga punya kebiasaan buruk, ketika ditanya sama sopir dengan satu kata tanpa kata/kalimat pertanyaan tapi hanya menyebut tempat. SENTRAL*? Dia menjawab tanpa ekspresi, tanpa tanda,tanpa jawaban dan membuang wajahnya ke arah lain.

* Di Makassar, dalam dunia transportasi sentral berarti pasar sentral atau pusat perbelanjaan terbesar dan rata-rata pete’-pete’ melewati jalur ini. 

(Kamis Malam 04072013, Ditulis dalam perjalanan dari tamalanrea menuju toddopuli dengan penumpang tiga orang)