Daftar Blog Inspirasi

Buku sekaligus Undangan karya kami

bahwa Dia adalah Cinta

Whiji Thukul,Tan Malaka,Marsina dan Munir

Mereka Tidak Mati:Kami Berlipat Ganda,Ide Kami Bergerilya

Laskar Buku

Berkhidmat untuk menyenangkan Hati Rasulullah SAW

Menyatu dengan Semesta

Dan Ketika Kerinduan Membawa Sepasang Kekasih Untuk Bersatu.

Membaca Bikin hIdup Lebih Bermakna

4500 Judul buku berbagai genre siap dibaca dan dipinjam gratis.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Buku Baru : Pare dan Catatan Tak Usai


Penulis: A.Zulkarnain
Penerbit: Philosophia Press
Only Rp. 35.000,-
Info pemesanan:
-Zul:085242149940/pin:25DCAE91
-Winda:085242021074/pin: 2814E858
-Risvan: 081241761101/pin: 29788C8D
-Rumah Baca Philosophia (Toddopuli XI no 4 Makassar)

Kata Pengantar

KEMULIAAN kepada Tuhan Pecinta pemilik segala cinta yang senantiasa memberikan cinta kepada yang dicintainya.
(Allah SWT).

Buku ini berawal ketika Agustus 2010, penulis merencanakan meninggalkan Pare untuk melanjutkan pengejaran terhadap mimpi-mimpi yang lain. Beberapa teman meminta agar tulisan yang pernah penulis sebar selama di Pare, bisa dikumpulkan untuk minimal menjadi bacaan tambahan teman-teman yang akan melanjutkan agenda belajar dan berjuang di Pare.

Akhirnya terkumpullah beberapa tulisan, termasuk tulisan yang pernah tersebar di kampus. Kumpulan tulisan tersebut kemudian diramu menjadi buku (cetakan perdana) oleh A. Fery Febriari dan disebar ke beberapa teman yang masih akan menetap di Pare.

Beberapa waktu kemudian ada yang memberi usulan agar buku tersebut bisa dicetak ulang dan disebar lebih luas. Maka, dilakukanlah beberapa perbaikan dan jadilah seperti yang ada di tangan pembaca sekarang ini.

Buku ini merupakan bagian dari proses curhat intelektual penulis dengan beberapa owners, tutor, siswa, pemilik warung, dan beberapa tukang becak di Kampung Bahasa Pare, Kediri, Jawa Timur. Dan juga beberapa catatan kampus yang merupakan hasil dialektika dengan dosen, mahasiswa dan masyarakat–baik yang menonton kezaliman maupun mereka yang gelisah dan bergerak untuk mencoba menjadikan kezaliman sebagai sejarah.

......
karena kita galau, maka kita membaca, diskusi, menulis dan melawan......

Testimonial:

"Menarik..buku ini adalah kumpulan tulisan seorang aktivis. Yg pernah belajar& berjuang di kampus&selanjutnya berjuang di Kampung Bahasa Pare kediri,Jatim.
Disana dia menanam mimpinya agar Pare bukan hanya sebagai tempat belajar bahasa, tapi lebih jauh lagi menjadi t4 menumbuhkan nasionalisme&spirit pergerakan.
Di buku ini, zul juga mengurai problem sekaligus harapan terhadap negaranya"
(Fadjroel Rachman)
.Ketua Pedoman Indonesia
.Mantan Tahanan Politik era Soeharto

***
“Buku yang inspiratif, menggugah kita untuk memahami arti hidup dan mengajak kita memahami lebih jauh tentang Tamansari Pendidikan Kampung Bahasa Pare. Buku ini sangat penting bagi pelajar dan calon pelajar Pare.”
(Ari Hakim)
.Ketua Forum Kampung Bahasa (FKB) Pare, Kediri, Jawa Timur

***
“A.Zulkarnain bukan sekedar aktivis. Ia merupakan satu di antara sedikit tokoh pergerakan kampus. Pikiran-pikirannya menggambarkan kegelisahan seorang anak muda terhadap realitas di sekelilingnya.
Zul dengan lugas mengkritik agama yg (hanya) menjadi candu masyrakat, membuka topeng Presiden Yudhoyono, tapi juga menawarkan pendidikan alternatif ala Pare & harapan terhadap gerakan mahasiswa..”
(Adhie M Massardi)
.Koordinator Gerakan Indonesia Bersih
.Juru bicara Presiden era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

***
“Kita butuh para pengkritik, untuk mengingatkan kita bahwa "yang lebih baik" masih ada, masih jauh masih perlu kita kejar bersama. Kritik yang jernih dan briliant hanya bisa lahir dari dua syarat mutlak yaitu kecerdasan dan keberanian. Keberanian dan kecerdasan sudah menjadi milik Andi Sul, sejak dari bangku kuliah di kampus merah dulu, dan saya yakin, penyepiannya di Pare yang berisi perenungan lebih mendalam membuatnya lebih matang. Teruslah berkarya karena Andi Sul "yang lebih baik" belum di genggaman, masih di depan, masih perlu kita kejar.”
(Eka Sastra)
.CEO Maradeka Group

***
"Saya selalu bangga dan sekaligus iri pd anak muda yg menulis. Lebih2 yg dituliskannya adalah tentang bacaan, renungan, kejengkelan, kritik, dan mgkin juga rasa kesel atas realitas bangsanya. Anak muda yg membaca dan berpikir tentang nasib bangsanya adalah anak muda yg melewati masa mudanya dengan indah. Mencatatkan itu akan membuat kita mengenalnya bahkan puluhan tahun sesudahnya. Tulisan kawan Andi Zul ini adalah salah satunya. Ada kegelisahan, ada kegeraman, ada keresahan tp besertaan dengan itu ada optimisme, ada jalan keluar dan ada kemauan u berbuat sesuatu bagi negeri yg sama2 kita cintai ini."
(Ray Rangkuti)
.Pengamat politik/Direktur LIMA

Minggu, 08 Juli 2012

Melintas ke kotamu.

Dalam sebulan aku sudah lima kali melintas ke kotamu.
Sepintas merasakan aroma khas jiwa pecinta.

Menengok lorong yg selalu kutanyakan padamu adalah suatu kepastian.
Berharap kau berdiri dimulutnya.
Setiap kali aku berada dijalanan yg kamu tunjukkan,pikiranku memikirkanmu.
Patung penanda rumahmu masih saja lusuh menatapku.

Bagaimana kabarmu majnun kecilku?
Terakhir kulìhat,ada perhiasan indah yg melengket dipipi lucumu.

Apakah kau masih selalu membawa ransel dgn kandungan zat pengetahuan.
Apakah sebotol H20 masih setia menemani kantung ranselmu.?

Dimobil ini aku memilih duduk dipojok belakang.
Agar dapat mengumpulkan belaianbelaian angin dan mengirimkan belaian ini kepadamu.

Kau tak perlu risau keadaanku.
Aku ditemani huruf kecil yg terbaru.
Membuatku sangat nyaman berada didekat pertanyaanya Sudahkah kau memeluk dirimu hari ini ?


1,4M
Jenneponto 06072012

Kepada Kain yang Menutup jiwa

Kau begitu kuat berpegang pada tali.
Itu yg membuat bukubukuku menyayangimu.
Tak ada celah kotoran ingin mendekatimu.

Pandanganmu begitu terjaga.
Membuat syairku terseok -seok mencari makna.
Nyaris matamata tak bertanggung jawab mengurungkan niatnya.

Kau terus mencari tahu,
kapanpun dan dimanapun.
Membuat catatanku selalu bergerak melukiskanmu.
Penaku habis olehmu.

Tembok yg kau pasang begitu tebal,
Seolah kau desain,
Hanya untuk satu orang ,
Di bumi ini , entah siapa yg dapat meruntuhkannya.

Aku ingin melihat tembok itu rubuh,
Dengan tanganku yang halal.

Tapi, semakin aku mengikisnya.
semakin  pula bertambah ketebalan tembok itu.
Ini bukan perkara mudah kataku.

Aku pun tak yakin,
apakah tembok itu tercipta untukku.

1,4M
20120705

Pohon Kesendirian

Aku berada dibawah pohon pinggir jalan.
Menunggu mobil yg bersedia mengantarkanku pulang.

Dingin terus mencumbu kulitku yg tipis.
Tibatiba aku menyesal tak membawa jaket yg selalu kupakai ketika bersamamu.
Bukan karena dinginnya malam.
Tapi,pohon yg di dekatku seolah mengajariku tentang kesendirian.

Jika jaket itu ada.
Aku akan bilang pada pohon ini.
"Kau tak sama denganku, jika tak percaya tanyakan pada jaketku ini"

Sesekali panther singgah menawarkan dirinya ,Pareee.
Aku tinggal mengangkat tangan ,dan diapun pergi.
Mobil tujuanku malam ini begitu sepi.

Aku tak ingin berlamalama dipohon ini.
Walaupun ia membantuku menahan embun malam.
Tapi aku ingin secepatnya katakan pada pohon ini.
"Selamat tinggal,seseorang menungguku di 220 kilometer sana". sambil menunjuk arah utara.

1,4M
Pinrang 03072012.