Daftar Blog Inspirasi

Jumat, 23 Juli 2010

Terima Kasih Ayah ...!!!

AYAH
Anakku! Jika seseorang mengundangmu untuk makan malam di rumahnya dan memperlakukanmu dengan suasana hangat dan nyaman , sudah pasti , Engkau akan berterima kasih padanya . Jika dalam suatu perjalanan, seseorang mempbolehkanmu untuk menginap, engkau takkan melupakan kebaikannya. Jika seseorang mengundangmu untuk makan malam atau makan siang dirumahnya, Engkau akan selalu mengingat kebaikan hatinya. Jika seseorang memberimu minum disaat Engkau haus, Ayah rasa tidak mungkin Engkau tidak mengucapkan terima kasih.

Jika seseorang memberimu sebuah pulpen atau buku sebagai hadiah, setiap kali engkau menggunakannya, engkau akan mengingatnya. Jika seseorang membantumu untuk beristirahat setelah engkau letih , engkau akan mengucapkan terima kasih. Jika seseorang membantumu dalam pelajaran, Engkau akan berterima kasih kepadanya.

Jika seseorang memberimu pertolongan, Engkau akan merasa berutang budi padanya. Jika seseorang mengizinkanmu untuk menggunakan kendaraannya, dia akan menerima ucapan terima kasih darimu, demikian pula ketika seseorang memberi tumpangan di mobilnya atau ketika seseorang menawarkan tempat duduknya dalam Bus. Dan terakhir, bila seseorang tidak hanya ramah dalam perkataannya tetapi juga dengan perbuatannya, sangatlah tidak mungkin jika Engkau tidak mengucapkan trima kasih.

Anakku! Lalu mengapa jika untuk semua bantuan – bantuan yang relative kecil ini Engkau menunjukkan penghargaanmu, namun untuk semua cinta, perhatian, kasih sayang serta kebahagiaan dan semua kenyamanan materi yang orang tuamu berikan. Engkau begitu acuh tak acuh dan mengganggap bahwa hal itu memang seharusnya begitu ?



ANAK
Oh, Ayah sungguh luar biasa Ayah telah menyadarkanku. Dan sungguh tepat cara Ayah mengingatkanku ! Aku selama ini telah mengabaikan semua kasih sayang Ayah, cinta kasih serta keramahan dan mengganggap semuanya biasa saja. Aku telah berbuat seperti orang yang tidak menyadari betapa pentingnya matahari, hanya karena matahari bersinar setiap hari. Sekarang aku akui bahwa aku sangat berhutang budi pada Ayah dan berhutang atas semua yang ada dalam diriku . Pada kesempatan ini aku ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan pada Ayah dan Ibu meskipun aku takkan pernah bisa membalasnya.

(Dikutip dari Buku Karangan Mohammad Taqi Hakim “ Bagaimana Menjalin Komunikasi antara Orang Tua & Anak.)

1 komentar:

  1. Motivatorku, pahlawanku, guruku, cintaku...
    Terima Kasih Ayahku...

    Membaca tulisan ini, seakan menghadirkan beliau kembali, Dia yang telah pergi tuk selamanya, namun cintanya, ilmunya, tetap menjadi cerita yang selalu ingin kusampaikan bahwa aku bangga pernah memilikinya...

    Dari seorang puteri untuk Ayahnya...

    BalasHapus