Daftar Blog Inspirasi

Minggu, 28 Maret 2010

Wanita Menyet; Why Not ???


Fenomena seputar kehidupan cinta mengenai apakah layak wanita untuk mengatakan sayang atau cintanya kepada pria (manusia modern menamainya “ menyet”) masih kerap kali diperdebatkan dan disiskusikan . Wanita yang nota bene makhluk yang lembut kerap kali menahan diri untuk menyet karena menurut dia itu merupakan hal yang tabu . Ada kisah yang menarik ;

Suatu ketika seorang perempuan yang berteman dengan seorang pria jatuh cinta dengan pria tersebut, dia sangat menyayanginya sehingga dia memberikan perhatian yang lebih dibanding hari – hari sebelumnya. Berbulan – bulan dia lalui dengan hati yang gunda gulana,cemas , takut ,sayang bercampur aduk. Apakah saya akan mengungkapkan perasaanku kepada KaKanda ?tapi saya kan perempuan, mana mungkin saya yang memulai , ditaruh mana muka saya (“kata perempuan tersebut dalam hati”).

Hari demi hari telah berlalu, Pria tersebut akhirnya menikah dengan perempuan yang lain. Perempuan tadi sangat terpukul setelah mengetahui orang yang dia sayangi telah menikah dengan orang lain. Suatu ketika dia bertemu dengan pria tersebut;

    Si perempuan :( Dengan wajah lesu dia mengatakan ) Kanda, sy turut berbahagia atas pernikahannya . Si Pria : Terima kasih Dinda, tapi kenapa wajahmu tidak seceria dulu lagi. Si Perempuan : Tidak ada apa2 Kak. Si Pria : Engkau jangan bohong, sy tahu pasti ada sesuatu yg kau sembunyikan dariku. ( Setelah didesak ,akhirnya perempuan itu juga mengatakan) Si permpuan : Aku dulu sangat menyayangi kanda dan berniat untuk merajut kasih dalam membingkai kehidupan ini tapi aku tak mau mengatakannya. Si Pria : Astagaaaaaa, (dengan wajah dan suara heran) Aku pun juga dulu berpikiran sama Adinda, tapi sy punya kelainan .semacam penyakit “ demam panggung” jadi aku tak berani mengatakannya. Si Putih teman SmU ku dulu datang bertemu dengan saya dan mengatakan dia juga menyayangi saya. Jadi, aku terima ajakannya untuk Mengauri samudera kehidupan ini. Setelah mendengarkan penjelasan dari Pria itu , Perempuan tersebut langsung berlari pulang kerumahnya tanpa pamit dipenuhi dengan rasa penyesalan.


Menurut M. Quraish Shihab para pakar berpendapat bahwa lelaki biasanya lebih berperan aktif, sedang wanita lebih banyak menerima ajakan, bukan mengajak . Karena itu biasanya lelaki “ merasa takut atau curiga” mengahadapi wanita yang lebih berperan aktif dalam mengajak. Tapi itu bukan sepenuhnya kodrati manusia, namun juga dibumbui oleh pengaruh budaya dan sejarah perjalanan umat manusia.

ketika saya dikampung halaman , saya sering memperhatikan Ayam – ayam peliharaan nenek saya. Saya tidak pernah melihat seekor ayam betina merayu ataupun mengajak ayam jantan bahkan sama sekali juga tidak pernah ada ayam betina bertengkar dan berkelahi memperebutkan seekor ayam jantan.

Dalam fenomena sekarang wanita terrlihat ada kecenderungan sementara untuk berperan lebih aktif , merayu dan mengajak . Sejarah umat manusia khususnya agama islam , Konon kabarnya Istri Nabi Muhammad SAW yakni Khadijah ra yang terlebih dahulu menyampaikan simpati/cintanya secara terhormat kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan pula Putri Nabi Syua’ib pernah memberikan isyarat kepada ayahnya tentang simpatinya kepada Nabi musa as. (QS. Al Qashash <28>: 26).

Jadi, menurut saya tidak masalah jika seorang perempuan “menyet “ atau mengatakan simpati dan sayangnya kepada seorang pria . Namun, dilakukan dengan rasa hormat dan batas – batasan tertentu sesuai dengan adat dan syariat agama. Karena bukan cuma kodrat manusia tapi pengaruh budaya dan sejarah umat manusia mengaminkan demikian . Jangan sampai kita seperti kisah perempuan yang diatas menyembunyikan perasaanya demi ego dan akhirnya dia pun sangat menyesal. “ Bukan penyesalan namanya jika dia datang pada awal “.

Makassar, 28 Maret 2010.

0 komentar:

Posting Komentar